SEMINAR NASIONAL “BERAKSI DI MASA PANDEMI”

Penulis: Leo Dehon; Tanggal 9 September 2021

Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi STKIP Widya Yuwana Madiun menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema: Beraksi Di Masa Pandemi,  Sabtu 09 Oktober 2021, dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting dan live streaming Youtube STKIP Widya Yuwana Official. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis ke-62 STKIP Widya Yuwana Madiun.

Panitia Seminar nasional ini, menghadirkan 3 narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yang sesuai dengan tema seminar, yaitu Bhikku Dhammasubho Mahathera (Dewan Sesepuh Sangha Theravada Indonesia), Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF (Uskup Tanjung Selor dan Ketua Komisi Kateketik KWI), Edbert Gani Suryahudaya (Peneliti CSIS) yang dimoderatori oleh Ardya Setya Nurvrita, S.S., M.Hum., selaku Dosen Program Studi Pendidikan Teologi STKIP Widya Yuwana Madiun.

Sebelum memasuki acara inti, Dr. Drs. Ola Rongan Wilhelmus, Ketua STKIP Widya Yuwana Madiun, memberikan kata sambutan (keynote speech) terlebih dahulu. Dalam sambutannya, Dr. Drs. Ola Rongan Wilhelmus mengajak partisipan untuk merenungi banyaknya rahmat dari Tuhan yang dilimpahkan-Nya selama masa pandemi dan tetap optimis bersama-sama berkontribusi menumbuhkan Indonesia secara lebih guyub, rukun, dan migunani. Beliau berpesan, “Kuncinya adalah bersyukur, dan membangun harapan optimis.”

Paparan menarik pertama disampaikan oleh Bhikku Dhammasubho Mahathera. Di awal, Bhikku Dhammasubho Mahathera memberikan materi yang di lihat dalam pandangan Agama Budha “Kepedulian Manusia Dan Budaya Dalam Pandangan Agama Budha” Bhikku Dhammasubho Mahathera menekankan bahwa seseorang semakin besar kepeduliannya semakin tinggi nilai kualitasnya,  habitus harga dirinya. Beliau mengajak kita semua menempatkan harga hidup, di atas harga diri, menempatkan harga diri, di atas harga materi, baru kemudian tercipta (masyarakat anti korupsi). Bhikku Dhammasubho Mahathera juga mengatakan bahwa manusia harus menempuh usaha dengan mengembangkan budaya berlaku kepedulian sosial, budaya pengendalian diri dan bermoral, budaya menenangkan diri berlaku spiritual.

Paparan menarik selanjutnya disampaikan oleh Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF (Uskup Tanjung Selor dan Ketua Komisi Kateketik  KWI). Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF menyampaikan materi terkait dengan “Manusia Sebagai Makhluk Sosial”. Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF mengatakan bahwa kita semua terhubung dengan alam semesta mulai dari kandungan ibu. Relasi sosial manusia terungkap dalam proses “tracing” (metro-dusun).  Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF mengajak kita semua untuk menyadari dan bersyukur bahwa terhubungkan virus mematikan = diubah menjadi “virus kasih”.

Pembicara ketiga pada seminar ini berasal dari kalangan milenial yaitu Edbert Gani Suryahudaya. Sebagai Peneliti CSIS, Edbert Gani memaparkan materi yang beliau ambil dari sebuah buku yang berjudul “Human Kind”.  Edbert Gani mengatakan dari apa yang beliau simpulkan dari isi buku tersebut bahwa sudah menjadi semacam kepercayaan publik bahwa manusia itu pada dasarnya jahat dan atau dipengaruhi kejahatan sehingga tersesat nuraninya, hingga dunia saat ini diliputi yang namanya pesimisme dan banyak pikiran negatif. Apa yang dipercayai publik pun diamini oleh filsuf-filsuf kenamaan dan tokoh-tokoh besar, dari Machiavelli hingga Hobbes, dari Freud hingga Pinker. Akibatnya akar kepercayaan ini begitu kuat tertanam di benar manusia. Tetapi bagaimana jika itu semua tidak benar adanya? Rutger Bregman memberikan perspektif baru tentang 200.000 tahun terakhir sejarah manusia, yang membuktikan bahwa manusia pada dasarnya berhati baik. Ia membuktikan bahwa naluri yang positif ini memiliki dasar evolusi yang kuat bahkan sejak awal Homo sapiens. Bregman menunjukkan kepada kita bahwa manusia memiiliki kemurahan hati dan cenderung bekerjasama saling membantu bahkan dalam kondisi tersulit itu adalah nyata adanya.

Dalam akhir paparan materinya Edbert Gani mengatakan bahwa ketika kita memikirkan orang dari sudut terburuk, hal itu memunculkan yang terburuk dalam politik dan ekonomi kita. Tetapi jika kita percaya pada realitas kebaikan dan altruisme umat manusia, itu akan menjadi fondasi untuk mencapai perubahan sejati dalam masyarakat. It is a hope for humankind.

Kegiatan Seminar Nasional “Beraksi Di Masa Pandemi” ini dihadiri oleh Dosen, Mahasiswa, Pemangku Kebijakan Pendidikan, kolega, dan lainnya. Acara berjalan dengan lancar dengan penuh antusias dari peserta. Harapannya dari seminar nasional ini partisipan dapat menjadi lebih semangat lagi untuk berbagi, bekerja sama, dan saling membantu satu sama lain dalam era pandemi ini.