Mahasiswa STKIP Widya Yuwana: Mantapkan Diri Mengabdi Masyarakat

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa dimantapkan untuk mengabdi kepada masyarakat oleh perguruan tinggi. Harapannya adalah supaya teori, gagasan dan konsep yang digeluti selama perkulihan mulai dihayati dalam masyarakat dengan berlandaskan dasar ontologis, epistemologis dan aksiologi, artinya ilmu yang dapat dipertanggungjawabkan demi kemanusiaan.

Sesungguhnya mahasiswa STKIP Widya Yuwana sudah banyak melakukan dan terlibat dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat sesuai bidangnya, hanya saja tidak dilaporkan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini adalah rekoleksi bagi anak-anak SMK Yos Sudarso – Lasem, Rembang – Jawa Tengah. Rekoleksi adalah salah satu bentuk pembinaan spiritualitas dengan cara meluangkan waktu sejenak untuk mengumpulkan kembali kekuatan dari kesadaran akan anugerah dan kekuatan dalam diri secara penuh. Materi (Firman Tuhan, pengalaman, pengetahuan) yang ditawarkan dan berbagai kegiatan di dalam rekoleksi tidak lain sebagai sarana untuk mengantar peserta untuk menyadari dan menemukan kekuatan dan kelemahan diri masing-masing. Kesadaran dan tenaga dikumpulkan menjadi bekal perjalanan ke depannya agar menjadi pribadi yang baik, lebih baik dan makin baik.

Rekoleksi yang dilaksana pada 2-3 Oktober 2019 bertema “Menjadi Murid Kristus yang Tetap Kokoh dalam Iman dan Gigih dalam Hidup di Era Milenial.” Tema tersebut dengan latarbelakang situasi dunia yang selalu menggiurkan, berbagai cara hidup dan penghayatan kepercayaan yang menggiurkan juga, yang kadang dapat membeli keyakinan manusia dengan kekayaan dunia apa pun. Jadi, apa pun keyakinan siswa tersebut diharapkan mampu mempersembahkan hidup bagi sesama. Tema tersebut dibagi oleh tim mahasiswa STKIP Widya Yuwana menjadi tiga sub-tema dan tiga sesi yaitu Adaku karena Cinta, Patuh dengan Gembira, dan Hidup untuk Tuhan. Tema besar rekoleksi yang disusun oleh tim adalah Murid Yesus di Era Milenial, suatu penyederhanaan tema besar rekoleksi. Ada pun mahasiswa yang mendapat SK dari lembaga untuk menjadi tim narasumber rekoleksi ini adalah Alfa Edison Lote (Bruder Fidelis CSA), Didi Cahyono, Clara Intan Sari Putri, Kasimirus, Sinta Christin Panjaitan, Hasti Marlini Putri, Yan Ajang, Yulius Sutanggang Sota, dan ditemani oleh dua mahasiswa seangkatan yakni Paskalis Ola Rongan dan Stepanus Novian Setyadi.

Tim mahasiswa membawakan rekoleksi dengan penuh semangat, dan peserta yang berjumlah 60 siswa SMK merasa antusias dan merasa kegiatan tersebut sangat posisitif. Beberapa orang mengungkapkan sangat berterima kasih karena materi-materi rekoleksi ini mampu memotivasi, dan membangkitkan samangat hidup. Rekoleksi tidak dirasa membosankan oleh peserta karena kegiatan tidak monoton, selalu diawal dan diakhiri ice breaking. Kadang-kadang ice breaking di lakukan di sela-sela sesi. Ice breakingnya adalah nyanyi dan goyang bersama yang diiringi Yan Ajang (tim mahasiswa). Selain itu, sesi tidak hanya penjelasan materi tetapi ada sesi outbound. Semua berkat semangat Tim dari STKIP Widya Yuwana, dan dukungan para guru dan orang tua yang mendukung dan mengharapkan anak-anak tumbuh secara seimbang dalam alam dan cara hidup Indonesia, dengan memperhatikan nilai-nilai religius yang humanis.

Pak Satmo, selaku guru agama Katolik sekaligus penanggunjawab rekoleksi merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tim dari Mahasiswa STKIP dan kepada siswa. Melalui beliau, sekolah mengharapkan supaya SMK Yos Sudarso Rembang tetap ada kerjasama yang baik. Beliau pun menyampaikan dorongan kepada siswa supaya menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, namun ada yang harus diingat, tidak boleh dilupakan yaitu tetap berpegang pada imannya masing-masing, sebab percuma hebat dan pintar, tahu banyak hal tetapi tidak beriman kepada Tuhan.

Kegiatan ini dirasa sangat positif. Sekolah merasa mendapat semangat baru untuk anak didiknya dari tim mahasiswa yang masih semangat dan termasuk anak milenial. Tim mahasiswa pun mendapat pengalaman baru, merasa tertantang untuk menghidupi salah satu bagian kecil profesinya di hadapan masyarakat. Mahasiswa Tim rekoleksi kembali ke Madiun pada Minggu sore.

 

Penulis

Kasimirus Tatebburuk