STKIP WIDYA YUWANA TERBUKA DAN TERLIBAT DALAM KEMERIAHAN HUT RI KE – 74

Dalam menyambut HUT RI yang ke-74, warga sekitar kampus STKIP Widya Yuwana yang terdiri dari RT. 23, RT. 24, RT. 25, RT. 26 dan RT 27 mengadakan berbagai rangkaian acara untuk memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Berbagai rangkaian acara tersebut dikemas dan dilaksanakan sebagian besar di kampus STKIP Widya Yuwana. Sebagai partisipasi antara kampus dengan warga, maka terdapat beberapa mahasiswa STKIP Widya Yuwana yang tergabung atau terlibat dalam kepanitiaan dan pelaksanaan HUT RI ke-74 ini. Partisipasi antar warga dan mahasiswa inilah yang sebaiknya mampu dipertahankan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat luas. Sehingga mahasiswa tidak hanya berkutat didalam kandang saja, melainkan juga dapat keluar dan mengenal masyarakat secara luas sembari mewartakan kasih Allah dalam kehidupan bersama.

Untuk memeriahkan dan untuk mendorong partisipasi warga supaya terlibat dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, maka satu minggu sebelum hari-H, panitia membuat berbagai kegiatan lomba yang meliputi lomba joged tampah, tangkap mentok, makan kerupuk, memasukan paku ke dalam botol, catur, volly ibu-ibu dan bapak-bapak. Tak kalah seru, panitia juga membuat perlombaan khusus anak-anak yang meliputi lomba tangkap belut, sepeda lambat dan lempar bola ke dalam gelas. Dengan perlombaan ini terlihat berbagai keceriaan dan kebahagiaan warga, mulai dari yang tua, muda sampai anak-anak. Kebahagiaan itulah yang membuat acara peringatan HUT RI ke-74 ini semakin tercipta suasana yang meriah dan menyenangkan.

Setelah satu minggu berjalan dan berbagai perlombaan telah terlaksana dengan sangat meriah, maka pada tanggal 16 Agustus diadakanlah malam tirakatan yang diikuti oleh warga RT sekitar dan mahasiwa STKIP Widya Yuwana. Didalam rangkaian acara malam tirakatan tersebut, terdapat berbagai susunan acara, mulai dari sambutan-sambutan Ketua Panitia HUT RI ke-74, Ketua RT, dan berbagai tokoh lainnya. Selain itu ada juga acara pembagian hadiah pemenang lomba-lomba 17 Agustus. Acara malam tirakatan semakin meriah dengan adanya beberapa penampilan, seperti penampilan Rabana dari ibu-ibu RT, musikalisasi puisi dan musik dari mahasiswa STKIP Widya Yuwana. Sembari mendengarkan musik, warga juga ikut bernyanyi bersama-sama menyenandungkan lagu-lagu nasional kebangsaan. Pada kesempatan tersebut ada pula warga yang ikut bernyanyi di atas panggung bersama dengan para pemusik dari mahasiswa STKIP Widya Yuwana.

Serangkaian kegiatan HUT RI Ke-74 diatas tentu mempunyai makna dan nilai tersendiri. Suatu  nilai yang luar biasa yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia. Dimana dalam kegiatan ini warga dan mahasiswa STKIP Widya Yuwana dapat membangun semangat solidaritas sebagai suatu bangsa yang satu dan rukun. Semangat solidaritas yang tinggi inilah yang membuat perbedaan agama, suku, ras dan bahasa bukan lagi menjadi suatu penghalang untuk saling mengenal satu sama lain, melainkan menjadi warga negara Indonesia yang guyub. Dengan adanya perbedaan inilah semua warga negara dapat menjadi satu dengan keaneragaman masing-masing dan saling menjaga satu dengan yang lain dalam panggilan yang sama sebagai warga Indonesia. Hal ini sungguh terlihat dalam kegiatan HUT RI ke-74 yang dilaksanakan oleh beberapa RT ini, walaupun mayoritas warga masyarakat yang mengikuti acara beragama Islam, namun tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan kerja sama yang baik dengan Mahasiswa STKIP Widya Yuwana yang mayoritas beragama Katolik. Maka dapat disimpulkan bahwa suatu Lembaga Sekolah Tinggi Keguruan Agama Katolik Widya Yuwana merupakan lembaga yang sangat terbuka terhadap warga masyarakat sekitar yang sungguh beranekaragam. Keterbukaan inilah yang perlu dipupuk setiap saatnya, supaya apa yang menjadi visi STKIP Widya Yuwana yang unggul dan kontekstual dapat terwujud tidak hanya di  dalam lingkup Gereja saja, melainkan juga masuk dan meresap dalam lingkup masyarakat luas, khususnya masyarakat Indonesia ini. Harapannya dalam kesempatan HUT RI yang ke-74 ini, mahasiswa dan masyarakat sekitar dapat memaknai bahwa rasa solidaritas sebaiknya terus dipupuk dengan baik sepanjang waktu, sehingga tahun yang akan datang kegiatan atau acara seperti ini dapat berlanjut lagi dan lebih meriah untuk mendukung dan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta.

 

 

Penulis

Tasyiana dan O. Antaris Jingga

Mahasiswa Tingkat II