PERAYAAN SANTO FRANSISKUS ASISI OLEH MAHASISWA STKIP WIDYA YUWANA ANGKATAN 2018

Penulis: Aris ; Tanggal: 6 Oktober 2020

Perasaan kebersamaan saling membantu dan menopang sebagai sebuah keluarga besar sangat terasa bagi mahasiswa STKIP Widya Yuwana angkatan 2018. Semangat itu selaras dengan semangat Santo Fransiskus Asisi, yang perayaannya jatuh pada tanggal 4 Oktober lalu. Sebagai wujud keteladanan sikap Santo Fransiskus Asisi, angkatan ini merayakannya dengan cara mengadakan webinar melalui aplikasi Zoom dengan tema” NGOBRAS” Ngobrol Asik bersama Frater Fransiskan. Acara yang dibuka untuk umum ini menghadirkan Frater Yusuf Raditya P, OFM sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Fransiska Letsu Kharisma.

Dalam webinar ini dikupas hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan hidup Santo Fransisikus Asisi, mulai saat muda hingga kesediaanya mendengarkan panggilan Yesus untuk memperbaiki Gereja-Nya yang hampir roboh, serta perjalanan hidup setelah melakukan kaulnya. Banyak hal yang dapat diteladani mulai dari kerelaannya melepaskan segala kepunyaannya untuk membaktikan diri dengan cara memperbaiki dan mengokohkan kembali Gereja, menemui dan memberikan rasa kasih sayang pada penderita kusta yang berada dalam posisi terpinggirkan dalam kehidupan masyarakat umum, hingga mengusahakan dialog perdamaian dengan Sultan Malik al-Kamil yang  pada saat umat Kristen dan Muslim terlibat perang.

Frater Radit menjelaskan belajar dari perjalanan iman Santo Fransisikus Asisi, para Fransiskan mengambil spirit utama yaitu ingin menepati Injil Yesus Kristus dengan cara miskin, sederhana dan persaudaraan dengan mencintai sesama dan semesta. Dari spiritual itu, diwujudkannya dalam karya misi yang banyak bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dari pemaparan Frater Radit tersebut, bila dikaitkan dengan kehidupan mahasiswa di STKIP Widya Yuwana Madiun, yang dalam studinya berorientasi menjadi guru agama Katolik dan seorang katekis, maka relevansinya yaitu sosok guru yang dapat menjadi teladan kebaikan bagi sesama. “Intinya dengan mendahului menjadi pribadi yang lebih baik, bisa menjadi sebuah ajakan bagi sesama untuk menuju kebaikan juga,” jelas Frater Radit.

Dari sharing peserta webinar disebutkan bahwa dalam studi, praktek lapangan dan mewujudkan ekspresi pada bidang seni budaya, mahasiswa STKIP Widya Yuwana diliputi semangat kebersamaan dan kekeluargaaan. Kebersamaan dalam kesederhanaan dan ketulusan hati dalam masa studi ini kelak akan menjadi semangat berkarya di tempat masing-masing dan semangat Santo Fransiskus Asisi akan selalu menyala dalam membangun kehidupan yang harmonis antar sesama manusia dan semesta dalam rangka membangun Gereja dan masyarakat. “Tindakan nyata yang dilakukan walau dalam hal-hal sederhana namun memiliki makna bagi sesama. Saling mengingatkan dan menopang sebagai sebuah keluarga besar,” demikian pesan Frater Adit  pada peserta webinar.