MENJADI PEWARTA DI MANA SAJA: ECONOMIC FAIR UNMER 2019

Belajar di prodi Pendidikan Teologi STKIP Widya Yuwana tidak menyempitkan pandangan pada seputar pengetahuan agama saja. Belajar agama bukan merupakan penghalang untuk maju dan melihat dunia luar. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi mahasiswa STKIP Widya Yuwana pada kegiatan di luar kampus dan di luar Gereja. Salah satunya adalah pada Kompetisi Debat Perguruan Tinggi gelar Economic Fair 2019 pada Jumat, 27 September 2019 yang diadakan oleh Universitas Merdeka Madiun. STKIP Widya Yuwana mengirimkan 3 tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Bukan sekedar berpartisipasi, dua dari tiga tim yang dikirimkan berhasil menyabet Juara II dan III pada kompetisi debat tersebut. Tim atas nama Kasimirus semester 7, Sinta Cristin Panjaitan semester 7, Ignatius Rio semester 5 berhasil membawa pulang piala juara 2 dan tim atas nama Yohanes Sribeny Mbira semester 9, Oktavianus Anta semester 3 dan Fransiska Letsu semester 3 membawa pulang piala juara 3. Mereka telah mengalahkan lebih dari 10 tim lain yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-regio Madiun. Satu tim lagi dari Widya Yuwana atas nama Gabriel Sandika semester 5, Andreas Nanda semester 3 dan Aloysius Reza semester 1 mendapatkan poin yang hampir seimbang dengan tim yang mendapatkan juara 3, selisihnya sangat tipis.

Kegiatan di luar kampus ini dapat menjadi sarana bagi STKIP Widya Yuwana untuk melebarkan sayapnya. STKIP Widya Yuwana dapat menunjukkan eksistensinya di dunia luar, yang sekaligus sebagai jalan pewartaan yang baru. Ketika pelaksanaan lomba debat Perguruan Tinggi tersebut banyak peserta lain dan para juri bertanya kepada tim Widya Yuwana, berasal dari mana dan dari fakultas apakah mereka. Ternyata orang-orang lain tidak mengira bahwa mahasiswa STKIP Widya Yuwana semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Teologi. Menurut mereka, mahasiswa Widya Yuwana memiliki wawasan yang luas di bidang umum, terkait permasalahan-permasalahan terkini yang terjadi di Indonesia, bahkan melebihi mahasiswa lain yang berasal dari Program Studi umum seperti manajemen, ekonomi, teknik, dan lain-lain.

Dalam kesempatan debat tersebut, salah satu tim dari STKIP Widya Yuwana yaitu tim Kasimirus, Sinta dan Rio cukup membuat juri dan lawannya heran dan geleng-geleng kepala karena dalam menyampaikan argumen dan sanggahannya dalam debat mereka membawa ajaran moral yang pasti jarang diketahui oleh orang-orang dari jurusan lain. Pemikiran mereka dinilai out of the box, tidak biasa. Di situlah letak nilai pewartaan yang dapat diambil. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air. Berargumen dalam lomba debat sekaligus memperkenalkan ajaran Gereja Katolik, dan juga menunjukkan bahwa belajar di STKIP Widya Yuwana dengan Program Studi Pendidikan Teologi tidak menjadikan mahasiswa seperti katak dalam tempurung.
Semoga momen ini menjadi titik awal perjuangan STKIP Widya Yuwana di dunia luar. Tunjukkan prestasimu, dan tunjukkan pewartaanmu!
Berkah Dalem!

Penulis,

Fransiska Letsu Kharisma Putri
Mahasiswa Semester 3