MENGGALI MOTIVASI PANGGILAN SEBAGAI KATEKIS

Pada tanggal 03 Oktober 2019, STKIP Widya Yuwana, mengadakan acara Rekoleksi Panggilan dengan tema “Identitas Panggilan & Spiritualitas Katekis di Zaman Modern”. Semua mahasiswa ikut dalam rekoleksi ini. Tujuan utama diadakan rekoleksi ini adalah untuk merenungkan, menggali, sekaligus memurnikan motivasi mahasiswa di STKIP Widya Yuwana.

Rekoleksi ini dibawakan oleh staff KOMKAT (Komisi Kateketik) Keuskupan Surabaya, yang terdiri dari RD. Kurdo dan beberapa Katekis. Dalam proses rekoleksi ini, Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kelas masing-masing. Dalam setiap kelompok tersebut, Mahasiswa diajak untuk kembali melihat perjalanan masing-masing pribadi saat memutuskan untuk belajar di STKIP Widya Yuwana, Madiun.

Dijelaskan dalam kelompok, bahwa semua orang memiliki panggilan. Di mana panggilan tersebut telah dijawab oleh para peserta, sedari menjawab “iya” dan berangkat untuk berproses di STKIP Widya Yuwana. “Tidak penting bagaimana awal Anda masuk ke tempat ini karena pasti akan ragam alasan berbeda, yang lebih penting adalah bagaimana Anda yang telah hadir di tempat ini memaknai jawaban panggilan Anda dengan berada di tempat ini” ujar RD. Kurdo dalam salah satu sesi. Ketika masing-masing telah merenungkan dan menemukan benang merah atas panggilan pribadi masing-masing, semua diajak untuk merenungkan kembali secara lebih mendalam bahwa tugas pelayanan sebagai katekis di dalam gereja Katolik di Indonesia sangat dibutuhkan, mengingat katekis adalah “ujung tombak” gereja Katolik dalam mewarkatan iman.

Dalam rekoleksi ini pula diberikan contoh beberapa tipe katekis seperti: katekis kutu loncat, katekis profesional, dan katekis pejuang. Dalam menghadapi dunia yang semakin modern ini, Gereja sangat membutuhkan calon katekis bertipe pejuang, sebab katekis pejuang merupakan tipe ideal yang tidak akan terpengaruh arus zaman. Katekis pejuang diharapkan dapat menjadi garam dan terang dalam reksa pastoral di masing-masing keuskupan dan paroki. Akhirnya, rekoleksi ini ditutup dengan permenungan dari kutipan Injil Matius 9:37 – 38, Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan  pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

 

Aloysius Reza Amapoli

Mahasiswa Semester 1