STKIP WIDYA YUWANA RAYAKAN DIES NATALIS KE-61 TAHUN: “KEMBALI KEPADA ROH PENDIRI”

Penulis: Aris; Tanggal 30 September 2020

Dalam pewartaan iman banyak hal yang dihadapi, antara lain ketekunan dan kerendahan hati serta semangat kesetiaan dan tekad pengabdian yang mampu melintasi tiap tantangan yang ada. Seperti halnya dikisahkan dalam Luk: 46-50 “Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar”. Seseorang yang dengan kesetiaan dan ketekunan melakukan pelayanan dengan sepenuh hatinya pada umat demi Yesus, Sang Guru Sejati akan lebih bermakna daripada berdebat mengenai siapakah yang paling berperan penting dalam sebuah kelompok atau komunitas.Sebagai calon katekis maupun Guru Agama Katolik, mahasiswa STKIP Widya Yuwana diharapkan mampu merangkul dan merangkum semua makna pengalaman saat menjalani masa studi dan praktek, sehingga saat menyelesaikan studi dan terjun ke lapangan, mereka mampu mengembangkan kreatifitas misi awam yang sesuai dengan kondisi umat dan lingkungannya.

Panggilan dalam ketekunan dan kesetiaan pada sebuah pilihan langkah sebaiknya selalu dijaga. Hal tersebut selaras dengan semangat pendiri institusi, Romo Jansen C.M. yang dengan ketulusan hatinya mewartakan sabda pada kaum miskin, cacat dan terpinggirkan. Semangat mengikuti jejak Kristus dengan semangat cinta yang efektif dan afektif seperti Santo Vincensius dilakukan oleh Romo Jansen CM di Madiun dengan mendirikan Akademi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) yang sekarang menjadi STKIP Widya Yuwana.

Pada puncak perayaan Dies Natalis ini, STKIP Widya Yuwana mengambil tema “Kembali Kepada Roh Pendiri”, tepat pada pukul 17.00WIB tanggal 28 September 2020, acara ini dimulai dengan Misa Syukur yang dipersembahkan oleh Romo Alexius Dwi Widiatna, CM dan dilanjutkan dengan acara kebersamaan bersama seluruh sivitas akademika. Proficiat!