PENTINGNYA KETERBAHARUAN DALAM PENELITIAN BAGI CALON KATEKIS DAN GURU AGAMA KATOLIK

Penulis: Andreas Nanda ; Tanggal 2 Desember 2021

Tridharma perguruan tinggi merupakan tiga dharma yang harus dilakukan dan dihidupi oleh dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam hal ini, penelitian merupakan salah satu dharma yang terintegrasi secara langsung dengan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Tujuan penelitian yang ideal harus berdampak dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Namun realitanya, penelitian yang dilakukan selama ini belum banyak memberi dampak dan manfaat yang signifikan bagi masyarakat luas. Hal ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah minimnya keterbaharuan dalam penelitian.

Sebagai calon katekis dan guru agama Katolik perlu adanya manifestasi dalam keterbaharuan penelitian. Keterbaharuan yang mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat, yang mana hasil dari penelitian yang dilakukan akan digunakan sebagai bekal untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Calon katekis dan guru agama Katolik harus berani membuka diri dan berinovasi untuk melakukan penelitian di luar bidang ilmu pastoral dan keagamaan atau terintegrasi daripadanya. “Calon Katekis dan guru agama Katolik tidak boleh menutup diri dari penelitian-penelitian di luar ilmu pastoral serta keagamaan, dengan demikian dapat membuka cakrawala inovasi dan kreasi untuk melakukan penelitian di luar ilmu pastoral, sehingga memungkinkan bagi calon katekis dan guru agama Katolik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan berbagai persoalan, baik itu di bidang pendidikan, maupun sosial-kebudayaan”, jelas praktisi pendidikan Damianus Kusviantono, M.Pd., pada kesempatan kuliah bersama dosen praktisi yang diselenggarakan oleh STKIP Widya Yuwana , Sabtu (27/11).