YANG MUDA YANG BERKARYA

“Berikan aku 10 pemuda, maka akan ku guncangkan dunia”, adalah salah satu kalimat penyemangat yang pernah dilontarkan oleh Presiden Soekarno untuk membakar semangat para pemuda. Kalimat ini mewakilkan apa yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa STKIP Widya Yuwana, yang diminta berpartisipasi menyemarakkan acara Gelar Budaya Nusantara oleh Forum Pembauran Kebangsaan Kota Madiun(27/10), yang diadakan di Alun-alun Kota Madiun.

Acara Gelar Budaya Nusantara ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Perwakilan dari berbagai kampus yang berada di Kota Madiun, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, salah satunya ialah kampus STKIP Widya Yuwana. Terdapat sekitar 36 partisipan mahasiswa STKIP Widya Yuwana yang mengikuti kegiatan ini. Lewat persiapan selama kurang lebih 1 bulan, para mahasiswa yang mewakili, menampilkan gerak dan lagu beberapa daerah Nusantara. Lagu-lagu yang dibawakan dalam, antara lain : Rek Ayo Rek (Jawa), Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan), Si Patokaan (Sulawesi), Karo Simalem (Sumatera), dan Yamko Rambe Yamko (Papua).

Seluruh mahasiswa STKIP  Widya Yuwana,  menggunakan pakaian adat daerah Nusantara sebagai bentuk totalitas mereka dalam mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Pengalaman ini mau membuktikan bahwa STKIP Widya Yuwana mulai berani keluar dan mewartakan kabar gembira lewat bentuk pewartaan yang berbeda kepada masyarakat luar. Partisipasi dalam kegiatan ini mau menunjukan bahwa STKIP Widya Yuwana melakukan aksi nyata kesaksian umat kaum beriman, yaitu menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:13-16).     Kampus STKIP Widya Yuwana tidak hanya membawa dirinya ke dalam ranah pelayanan Gereja, melainkan juga ranah budaya masyarakat Indonesia, yang majemuk. Dengan demikian, para mahasiswa STKIP Widya Yuwana, yang hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunaikan tugasnya sebagai para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia. Tak hanya itu, lewat kegiatan ini STKIP Widya Yuwana mau menunjukan, bahwa pemuda dan pemudi Katolik tidak hanya berdiam diri akan peringatan Hari Sumpah Pemuda, akan tetapi ikut ambil bagian di dalamnya, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Alm. Mgr. Soegijopranoto “100% Katolik dan 100% Indonesia”.

 

 

Penulis

Daniel Kurnia Paskatori

Mahasiswa Tingkat I